Merokok Bayi Indonesia Di Vape Sekarang — The Betoota Advocate

Merokok Bayi Indonesia Di Vape Sekarang — The Betoota Advocate

LOUIS BURKE | Budaya | KONTAK

12 tahun setelah mencapai ketenaran viral, bayi perokok berat Aldi Rizal, kini berusia 14 tahun, telah menghentikan kebiasaan kotornya semua berkat vaping.

Mengelola garis tipis antara menggemaskan dan mengganggu, Rizal menjadi berita utama internasional 12 tahun yang lalu ketika sebuah video muncul tentang dia meninju anak panah selama apa yang digambarkan sebagai kebiasaan 40 hari.

Setelah tawa awal berubah menjadi keprihatinan dan segmen John Oliver yang tak terhindarkan, ibu Rizal bekerja keras dan berhasil membuatnya berhenti merokok.

Untungnya, anak panah kecil yang menggemaskan itu menghindari yang panas, bahkan jika dia mengisap acar listrik rasa blueberry setiap hari.

“Saya jauh lebih sehat sejak saya beralih ke vape,” kata Rizal, masih benar-benar memaku cincin asap itu.

“Saya telah tumbuh begitu banyak sebagai pribadi. Saya benar-benar tiga kali lebih besar dari ukuran saya ketika saya merokok dart. ”

Langkah ini bukan hanya kemenangan bagi Rizal, tetapi juga bagi industri tembakau pada umumnya yang dapat melanjutkan cengkeraman mereka di Indonesia di mana hampir 20% anak usia 13-15 tahun merokok.

“Vapes telah menjadi poros yang hebat bagi kami,” desah seorang perwakilan industri tembakau.

“Mereka mungkin terlihat seperti TimTams kecil yang menyenangkan yang bisa Anda hisap, tetapi masih ada noda bekas di jari kami, hanya tanpa peringatan menggelikan yang harus Anda pasang di kemasan di negara Anda.”

“Ini seperti tahun 50-an lagi, atau setidaknya itulah yang dikatakan anggota dewan kami yang masih hidup kepada kami.”

“Ketika mereka bisa berbicara.”

AKAN DATANG LEBIH BANYAK LAGI

Author: James Griffin